Langsung ke konten utama

Berhalangan Di Malam Lailatul Qadar

Berhalangan Di Malam Lailatul Qadar

Berhalangan Di Malam Lailatul Qadar

Semua pastinya menginginkan meraih Lailatul Qadar dengan ibadah. Namun banyak yang memiliki uzur, khususnya ibu-ibu. Sebenarnya juga banyak dari laki-laki, seperti yang bertugas menjadi sekuriti, mudik, bekerja malam hari dan sebagainya.

Nabi shalallahu alaihi wasallam memberi keringanan kepada orang-orang yang punya uzur, andai tidak ada uzur mereka akan beribadah, maka mereka tetap dicatat mendapat keutamaan ibadah tersebut:

«ﺇﺫا ﻣﺮﺽ اﻟﻌﺒﺪ، ﺃﻭ ﺳﺎﻓﺮ، ﻛﺘﺐ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻤﻞ ﻣﻘﻴﻤﺎ ﺻﺤﻴﺤﺎ»

Jika seseorang sakit atau bepergian maka ia dicatat seperti seseorang yang beramal dalam keadaan berdomisili dan sehat (HR Al-Bukhari)

Ibadah yang dilakukan di malam Lailatul Qadar juga tidak harus salat atau di masjid, sebagaimana disampaikan oleh Sahabat:

وَأَخْرَجَ عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ : الْعَمَلُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَالصَّدَقَةُ وَالصَّلاَةُ وَالزَّكَاةُ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Anas berkata: “Amal ibadah di malam Lailatul Qadar, sedekah, salat dan zakat adalah lebih utama daripada 1000 bulan” (al-Hafidz as-Suyuthi dalam ad-Durr al-Mantsur 10/303)

Pada sesi tanya jawab ada seorang ibu yang bertanya: "Bagaimana jika suami sudah minta dan saya penuhi, terus giliran malam Lailatul Qadar minta lagi, apa boleh saya menolak permintaan suami?"

Ini pertanyaan yang sulit dipahami oleh orang yang belum menikah. Sebab objek permintaan tidak disebutkan. Anehnya ibu-ibu Jemaah tertawa semua. Saya mewakili bapak-bapak tentu menyarankan agar tidak ditolak, kasihan suaminya. Bisa "Linglung" mendadak. Saya jelaskan bahwa berhubungan suami-istri adalah berpahala, seperti dalam hadis:

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

Sahabat menanyakan apakah jika kami menyalurkan syahwatnya  berpahala?” Nabi: “Jika berzina mendapatkan dosa maka berhubungan secara halal mendapatkan pahala” (HR Muslim) 

Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hikmah Dirahasiakannya Malam Qadr

HIKMAH DIRAHASIAKANNYA MALAM QADR Oleh Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq   Malam kemuliaan atau Lailatul Qadr adalah suatu malam yang  dibahasakan oleh al imam Muhyiddin Ibnu Arabi rahimahullah sebagai sebuah kado istimewa bagi umat nabi Muhammad ﷺ yang nilainya tidak tertandingi oleh apapun.[1] Namun diantara yang masih terus menjadi bahan perdebatan ulama dahulu hingga hari, kapankah malam kemuliaan ini terjadi ? Ada sekian  banyak pendapat ulama dalam masalah ini, hingga  al imam Ibnu Hajar al Asqalani sendiri dalam Fath al Bari menyebutkan sekitar 45 pendapat ulama dengan dalil masing-masing. Yang jelas pada akhirnya, kapan malam Qadr ini terjadi tidaklah bisa dipastikan 100 persen waktunya. Semua hanya berdasarkan dugaan, baik dugaan secara kuat maupun lemah. Lalu apa kira-kira hikmah dari disembunyikannya waktu yang luar biasa ini dari kita ? Berikut diantara pendapat para ahli ilmu tentang hal ini : 1. Agar manusia lebih bersungguh-sungguh dalam mencarinya Berkata al imam Ibnu Hajar

Nikmat Malam Qadr Untuk Umat Muhammad

NIKMAT MALAM QADR UNTUK UMAT MUHAMMAD Oleh Ustadz : Ahmad Syahrin Thoriq   Mayoritas ulama dan para ahli fiqih berpendapat bahwa Lailatul Qadr adalah bentuk kekhususan dan karunia yang Allah ta’ala berikan hanya kepada umat Muhammad ﷺ, tidak kepada umat-umat sebelumnya.[1] Al imam Abu Muhammad Badruddin al-‘Aini al Hanafi berkata : ‌خاصة ‌بهذه ‌الأمة، ‌ولم ‌تكن ‌في ‌الأمم ‌قبلهم، جزم به ابن حبيب وغيره من المالكية، ونقله عن الجمهور...من الشافعية “Sesungguhnya malam Lailatul Qadar hanya khusus bagi umat saja, tidak ditemukan untuk umat sebelumnya, menetapi pendapat ini Ibn Habib dan selainnya dari kalangan Malikiyyah,  Dan juga dinukilkan dari mayoritas pengikut Syafi’i.”[2] Pendapat Jumhur ulama ini didasarkan kepada beberapa hadits diantaranya : إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أري أعمار الناس قبله، أو ما شاء الله من ذلك، فكأنه تقاصر أعمار أمته أن لا يبلغوا من العمل مثل الذي بلغ غيرهم في طول العمر، فأعطاه الله ليلة القدر خير من ألف شهر “Nabi ﷺ diperlihatkan umur umat terdahulu yang panj

Menanggapi Kaidah Lailatul Qadar Imam Al-Ghazali

Menanggapi Kaidah Lailatul Qadar Imam Al-Ghazali Dari sekian banyak kekhususan pada Ramadhan yang Allah berikan kepada umat yang diberkahi ini, adanya malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yang dikenal dengan Lailatul Qadar. Beberapa ulama berpendapat, bahwa malam itu menjadi sedemikian mulia karena al-Quran turun pada malam tersebut. Ini pendapat yang kuat. Ulama yang lain mengatakan, malam itu menjadi mulia karena turunnya Jibril membawa sejumlah keberkahan yang tidak ada pada malam lainnya.  Dulu saya mengutip, ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa malam tersebut bentuk kasih sayang Allah kepada umat Rasulullah. Jika umat yang lain diberikan umur yang panjang agar dapat melakukan ibadah yang banyak, maka umat ini diberikan Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala yang banyak dalam waktu yang begitu singkat.  Karena pahala yang begitu besarnya, setiap orang yang mengetahuinya pasti akan tergiur dan mencari tau, bagaimana ia bisa mendapatkan pahala yang dijanjikan pada malam terseb